menghadapi konsumen

sekolah digital marketing ~ konsumen memiliki sikap dan perilaku yang berbeda ketika berhadapan dengan sesuatu, jadi kalian harus memahami tipe dan bagaimana cara menghadapinya dengan baik.karena sikap buruk akan mempengaruhi hasil layanan yang diberikan.

Sikap yang dapat kalian berikan tergantung pada kondisi atau situasi ketika berhadapan langsung dengan pelanggan atau konsumen dari awal hingga akhir, ini adalah sikap yang harus kalian perhatikan ketika melayani pelanggan atau konsumen.Sebelum menghadapi konsumen tentunya kalian harus memahami dulu tipe konsumen,Mari kita simak bersama sekolah digital marketing.

Tipe-tipe konsumen.

1.Konsumen yang baik hati.

Pelanggan seperti ini biasanya suka menunjukkan pengetahuan mereka tentang berbagai produk, termasuk produk yang kalian jual. Namun, pastinya apa yang mereka katakan belum tentu benar, karena semua itu terkadang hanya pendapat masing-masing mereka. Beberapa hal yang harus kalian lakukan adalah.

2.Konsumen yang Hemat.

Konsumen ini sangat sangat berhati-hati saat menghitung biaya yang dikeluarkan saat berbelanja. Mereka akan memilih produk yang memiliki harga terendah atau murah tetapi dengan kualitas yang tidak kalah bagus.  

3.konsumen yang Tenang atau Pendiam.

Pelanggan potensial seperti ini mengharuskan kaliana untuk lebih aktif selalu menanyakan apa yang dibutuhkan.

4.Konsumen yang Cerewet.

konsumen ini  tipe sangat aktif dalam gaya informal dan ramah. Sangat mudah untuk berbicara dengan mereka dan mereka biasanya membuka percakapan. Mereka akan berbicara tentang apa saja dan seolah-olah itu terlalu banyak.

5.Konsumen yang suka Membandingkan.

Jika kalian bertemu dengan konsumen seperti ini, jangan panik kalian harus lebih berhati-hati. karena, biasanya mereka sudah mengetahui secara mendetail mengenai produk kalian. Tidak jarang mereka membandingkan dari segi harga, kualitas, dan lainnya.

6.Konsumen yang Tidak Sabaran.

Terkadang produk kalian membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses produksinya berdasarkan pesanan para konsumen. Saat menjalankan bisnis dengan tipe seperti ini, pasti ada saja konsumen yang ingin mendapatkan hasil yang cepat dan terkesan tidak sabar untuk menunggu.

7.Konsumen Yang Judes.

Konsumen tipe seperti ini memang mungkin sangat menyebalkan dan pasti kalian berharap tidak bertemu dengannya. Karena konsumen yang judes seringkali membuat kalian pastinya ikut kesal.

8.Konsumen yang Pemarah.

Untuk menghadapi  konsumen seperti ini alangkah baiknya kalian harus menyiapkan stok kesabaran yang ekstra. Jangan sampai kalian ikut terpancing dan ikut marah dan menyerang pelanggan. Jika itu terjadi,kalian bisa kehilangan pelanggan di masa depan karena tidak dapat mengatasi tipe pelanggan pemarah.

9.Konsumen yang Arogan.

Yang saya  baca di sekolah digital marketing Sikap Arogan merupakan salah satu tipe konsumen yang sulit menerima pendapat orang lain dan selalu menganggap pendapat dirinya sendirilah yang paling benar. Jika kalian tidak mengenal karakter ini, jangan menyalahkan diri kalian jika presentasi kalian selalu gagal. Konsumen arogan merasa tahu segala hal, termasuk produk kalian sekalipun.

10.Konsumen yang Sombong

Tipe seperti ini  dimaknai sebagai seseorang yang terlalu bangga dengan dirinya dan suka banyak berbicara dan sering kali memamerkan kemampuannya dan apa yang dimiliki. Padahal yang dikatakan mereka belum tentu benar.

Cara Menangani konsumen.

1.Beri konsumen kesempatan untuk berbicara.

kalian harus memberi pelanggan atau konsumen kesempatan untuk berbicara untuk mengekspresikan keinginan mereka.kalian harus dapat mendengarkan dan mencoba memahami keinginan dan kebutuhan dari pelanggan , sehingga tidak ada ada kesalah pahaman antara kalian dan konsumen.

2.Dengarkan Konsumen baik-baik.

Sementara konsumen mengekspresikan pendapatnya, kalian harus mendengarkan dengan cermat poin-poin yang diajukan oleh konsumen.

3.Jangan menyela pembicaraan.

Sebelum konsumen kalian selesai berbicara, kalian tidak boleh memotong atau mengganggu pembicaraan. Cobalah untuk menanggapi konsumen jika mereka benar-benar selesai berbicara sesuai  apa yang mereka inginkan dan yang dibutuhkan konsumen.

4.Ajukan Pertanyaan Kepada Konsumen.

Jika ada hal-hal yang tidak jelas atau tidak lengkap, kalian bisa mengajukan pertanyaan. Tapi ingat Pertanyaan dikirimkan kepada konsumen ketika konsumen selesai berbicara. Presentasi pertanyaan harus dilakukan dalam bahasa yang baik, sopan, singkat dan jelas.

5.Jangan mudah Marah dan Tersinggung.

Terkadang konsumen bertindak di luar batas. Tetapi dalam hal ini diharapkan tidak menyinggung, baik dalam cara mereka berbicara, mereka berperilaku dan dalam nada suara. Selain itu, kalian tidak diharapkan mudah marah dengan konsumen yang temperamennya buruk. Cobalah bersabar ketika menghadapinya.

6.Jangan berdebat dengan pelanggan.

Jika ada hal-hal yang tidak disetujui, coba jelaskan dengan sopan.kalian tidak diharapkan untuk mendiskusikan atau memberikan argumen yang tidak bisa diterima pelanggan.karena itud dapat menyinggung konsumen.

7.Pertahankan sikap sopan, ramah, dan selalu tenang.

Saat melayani klien atau konsumen, diharapkan kalian dapat memberi dan menunjukkan sopan santun dan keramahan. Selain itu, emosi juga harus dikontrol dan selalu bertindak dengan tenang di depan pelanggan yang tidak menyenangkan.

8.Jangan menangani hal-hal yang bukan wewenang Kalian.

Seorang karyawan tidak boleh menangani hal-hal yang bukan pekerjaan atau tanggung jawab mereka. Menyampaikan tugas kepada karyawan yang sah, sehingga tidak ada kesalahan dalam memberikan informasi

9.Perlihatkan sikap perhatian dan sikap ingin membantu.

Pelanggan yang datang ke tempat bisnis atau perusahaan kalian pada prinsipnya ingin menerima bantuan. Karena itu, perhatikan sepenuhnya dan tunjukkan bahwa kalian benar-benar ingin membantu.

10.Perhatikan Isyarat Verbal dan Non-Verbal

apa yang kalian katakan dapat mempengaruhi hasil interaksi kalian dan konsumen. Menunjukan kebosanan, ketidak sabaran dan emosi kepada konsumen hanya akan membuat masalah semakin membesar. jadi, berhati-hatilah terhadap lisan dan bahasa tubuh kalian.

Isyarat Verbal

Yaitu berusaha untuk selalu mengeluarkan kata-kata yang sopan dan profesional. konsumen pati akan lebih merasa dihargai apabila diperlakukan dengan sopan. Jadi, ketika kalian menambahkan kata-kata dan frasa sopan santun menunjukan bagaimana kalian menghargai konsumen kalian.contohnya menurut y:ang saya baca disekolah digital marketing yaitu:

“Bapak/ibu.” ·
“Saya minta maaf. Saya tidak mendengar / mengerti apa yang Anda katakan. “
“Saya akan periksa terlebih dahulu dan akan segera kembali.”
“Maukah Anda menunggu sebentar sementara saya memeriksanya?”
“Terima kasih telah menunggu.”

  Isyarat Non-Verbal

Merupakan bahasa tubuh kalian harus menunjukan bahwa kalian terbuka dan siap mendengarkan mereka. Maka, jagalah bahasa non-verbal yang kalian berikan.

Lakukan kontak mata (tapi jangan terus menatapnya), anggukan kepala sesekali ketika mereka menekankan kata kunci, jangan cengar-cengir karena itu hanya akan membuat mereka merasa tidak dihargai atau merasa aneh kepada kalian. Pertahankan sikap terbuka kepada para pelanggan, jangan tunjukan isyarat non-verbal, seperti mengepalkan tangan dan melipat lengan yang hanya akan memperburuk suasana hati pelanggan.

11.Buat Konsumen Merasa Dianggap Serius

Gary Johnson, seorang Konsultan Senior menyarankan agar kalian menunjukan kepada pelanggan bahwa kalian memperhatikan masalah mereka secara serius. Ia mengatakan hal ini dapat dilakukan dengan mempetahankan kontak mata dan menunjukan prilaku non-verbal (seperti tidak tersenyum, tidak memutar mata, dan menganggung secukupnya) Selain itu, kalian juga bisa menyebut nama konsumen kalian. Hal-hal seperti ini diharapkan dapat membuat mereka lebih tenang dan merasa dihargai.

12.Tanggapi Konsumen Secara Empati

Yang saya baca di sekolah digital marketing Ketika pelanggan mengeluarkan unek-uneknya. Respon mereka dengan menunjukan empati terhadap apa yang mereka rasakan. Ucapkan kalimat seperti, “Saya mengerti apa yang Anda rasakan” atau “Saya dapat memahami mengapa anda marah”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *